Tampilkan postingan dengan label tugas 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas 1. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Maret 2012

SOFTSKILL TUGAS INGGRIS 2

Exercise 21
Conditional Sentences (page 97)

1.Understanded
2.Would not have been
3.Will give
4.Would have told
5.Are
6.Had
7.Stoped
8.Will need
9.Finded
10.Enjoyed
11.Paint
12.Were
13.Write
14.Permited
15.Would spend
16.Will accept
17.Buy
18.Had decided
19.Would have written
20.Will leak
21.Could have studied
22.Hears
23.See
24.Gets
25.Turn
26.Are
27.Would have called
28.Would have talked
29.Explained
30.Spoke

Exercise 22
Used To (page 99)

1.Eating
2.Eats
3.Swim
4.Likes
5.Speaking
6.Studying
7.Dance
8.Sleeping
9.Eating Eating

Exercis 26
Adverbs (page 107)

1.Well
2.Intense
3.Brightly
4.Fluent
5.Fluently
6.Smooth
7.Accurately
8.Bitter
9.Soonly
10.Fastly

Exercise 27
Linking (Copulative) Verbs (page 109)

1.Terrible
2.Good
3.Good
4.Calm
5.Sick
6.Quick
7.Diligent
8.Vehement
9.Relaxed
10.Noisy


Exercise 28
Comparisons (page 114)

1.As
2.More
3.As good
4.More
5.As
6.More
7.More
8.Happier
9.Is bader
10.Is faster

Exercise 29
Comparisons (page 114)

1.Than
2.Than
3.Than
4.As
5.Than
6.Than
7.Than
8.Than
9.Than
10.Than

Exercise 30
Comparisons (page 117)

1.Better
2.Happiest
3.Faster
4.Creamiest
5.More colorful
6.Better
7.Good
8.More awkwardly
9.Least
10.Prettiest
11.The best
12.Than
13.Less impressive
14.Sicker
15.When
16.Twice as much as
17.Little
18.Many
19.Farthest
20.More famous

Exercise 31
Nouns Functioning as Adjectives (page 118)

1.Twelve stories
2.Languages
3.Three acts
4.Two days
5.79 pieces
6.Five shelves
7.16 ounces
8.Six quarts
9.Bricks
10.Ten speeds

Senin, 05 Maret 2012

OVERIEW OF BASIC VERB FORMS USED IN CONDITIONAL SENTENCES

SITUATION
True in the present / future
IF – CLAUSE
Simple present
RESULT CLAUSE
Will + simple from
EXAMPLES :
If I have enough time, I watch TV every evening.
If I have enough time, I will watch TV later on tonight.

SITUATION
Untrue in the present / future
IF – CLAUSE
Simple past
RESULT CLAUSE
Would + simple from
EXAMPLES :
If I had enough time, I would watch TV now or later on.

SITUATION
Untrue in the past
IF – CLAUSE
Past perfect
RESULT CLAUSE
Would have + past participle
EXAMPLES :
If I had had enough time, I would have watched TV yesterday.

Sumber : English Grammar trird edition, betty schrampfer azhar.

Sabtu, 08 Oktober 2011

MAKNA POKOK DARI ETIKA BISNIS

Menurut Bertens, Etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi kritis tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis. Moralitas selalu berkaitan dengan apa yang dilakukan oleh manusia, dan kegiatan bisnis merupakan salah satu kegiatan manusia. Bisnis memang seharusnya dinilai dari sudut pandang moral, sama seperti semua kegiatan yang dilakukan oleh manusia lain juga dinilai dari sudut pandang moral.
Prinsip-prinsip etika bisnis yang berlaku dalam kegiatan bisnis yang baik sesungguhnya tidak dapat dilepaskan dari kehidupan kita sebagai manusia. Artinya prinsip-prinsip etika bisnis tersebut sangat erat kaitanya dengan sistem nilai yang dianut oleh masing-masing masyarakat. Menurut sonny Keraf terdapat lima prinsip etika bisnis, yaitu :
1. Prinsip otonomi
Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak dengan berdasarkan kesadarannya sendiri tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukannya. Pelaku bisnis yang otonomi berati orang yang tahu dan sadar sepenuhnya mengenai keputusan dan tindakan yang telah diambilnya akan sesuai atau bertentangan dengan nilai atau norma moral tertentu. Sesorang yang bertindak secara otonomi berati ada kebebasan untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan keputusan yang menurutnya terbaik, karena hanya seseorang yang memiliki kebebasan yang bisa dituntut untuk bertindak etis sesuai dengan nilai moral tertentu. Hal ini sama berlaku pula dalam bisnis, jadi pelaku bisnis yang atonomi adalah orang yang tahu dan sadar akan tindakanaya, bebas dalam melakukan tindakanya, tetapi juga sekaligus juga bertanggung jawab atas tindakanya. Ketiga unsur ini sangat penting dan tidak bisa dipisahkan satu dengan lainya. Prinsip otonomi ini pada akhirnya memungkinkan inovasi, mendorang kreativitas serta meningkatkan peoduktivitas.

2. Prinsip kejujuran
Prinsip kejujuran sangat relevan dan mutlak sangat diperlukan dalam dunia bisnis. Kejujuran merupakan kunci keberhasilan para pelaku bisnis untuk mempertahankan bisnisnya dalam jangka panjang dalam dunia bisnis yang pesaingnya sangat ketat. Ada tiga alasan mengapa prinsip kejujuran sangat relevan dalam dunia bisnis, Alasan yang pertama adalah kejujuran relevan dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian, dalam menentukan relasi dan kelangsungan bisnis masing-masing pihak selanjutnya. Alasan yang kedua adalah kejujuran relevan dalam penawaran barang dan jasa dengan mutu dan harga sebanding karena kepercayaan konsumen adalah hal pokok bagi pengusaha. Alsan yang ketiga adalah kejujuran juga releven dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan. Suatu perusahaan tidak akan bisa bertahan jika hubungan dalam perusahaan tidak dilandasi oleh prinsip kejujuran. Ketiga alasan tersebut menunjukan dengan jelas bahwa prinsip kejujuran adalah prinsip yang sangat penting.

3. Prinsip keadilan
Prinsip keadilanmenuntut agar setiap orang diperlakukan sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai dengan kriteria yang rasional objektif dan dapat dipertanggung jawabkan. Dasr dari prinsip ini adalah penghargaan atas harkat dan martabat manusia beserta hak-hak yang melekat pada manusia.

4. Prinsip saling menguntungkan
Prinsip keadilan menuntut agar tidak ada pihak yang dirugikan hak dan kepentinganya, maka prinsip saling menguntungkan secara positif menuntut hal yang sama, yaitu agar semua pihak berusaha untuk saling menguntugkan satu sama lain. Tujuan utama dari prinsip bisnis adalah untuk memperoleh keuntungan. Dengan kata lain, prinsip saling menguntungkan menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan bisnis tersebut.

5. Prinsip integeritas moral
Prinsip integeritas moral dihayati sebagai tuntutan internal dari diri pelaku bisnis agar bisa menjalani bisnis dengan menjaga nama baik dan nama baik perusahaanya. Dalam kata lain prinsip ini merupakan tuntutan dan dorongan dari dalam diri pelaku bisnis dan perusahaanya untuk berbisnis sedemikian rupa agar adapat menjadi yang paling unggul dan dapat dipercaya. Dengan kata lain prinsip ini merupakan tuntutan dan dorongan dari dalam pelaku bisnis dan perusahaan untuk menjadi yang terbaik dan dibanggakan.

Sumber : http://www.lontar.ui.ac.id/file?file=digital/126015-RB06P31e-Etika%20bisnis-Literatur.pdf