Selasa, 29 Desember 2009

Kemajuan ekonomi

Kemajuan ekonomi! Peningkatan produksi yang jadi ukurannya, dengan segala kemajuan teknologi dan teknik, dengan segala sumber daya alam dan sumber daya manusia, produksi harus ditingkatkan dalam artiannya yang paling luas. Efisiensi dan ekonomis, itu caranya. Penggunaan sumber daya alam yang efisien dan ekonomis, penggunaan sumber daya manusia yang efisien dan ekonomis, serta cara produksi yang efisien dan ekonomis. Segalanya bisa diperhitungkan dan direncanakan, diperkirakan dan ditargetkan. Segalanya harus diatur dan dimanage, supaya produksi bisa berjalan dengan efisien dan ekonomis, sehingga tujuan utama tercapai: Peningkatan produksi.

Tidakkah kau sadar, bahwa logika produksi yang dianut produsen sama sekali tidaklah menempatkan tujuan dan alasan pada kata 'manusia'?? Mengerti dan pahami maksudnya, bukanlah manusia, bukan aku, bukan kau yang menjadi tujuan dari segala kehebatan produksi, dari segal efisiensi dan ekonomisme yang diterapkan. Manusia, seperti kau, hanyalah objek, hanyalah alat untuk menyeimbangi sisi lain dari produksi yang setiap saat terus menerus ditingkatkan: KONSUMSI. Maka jadilah manusia, mahluk-mahluk super-konsumeris dengan segala tingkah laku dan tabiatnya. Lihatlah dana yang dikeluarkan; milyaran dollar untuk iklan, demi memompa nafsu memiliki dan membeli dari setiap butir kepala laknat di muka bumi, demi membuatmu tetap mengkonsumsi hasil produksi yang meningkat tanpa henti, demi membuatmu tetap membeli dan membeli lagi.

Segalanya demi profit. Perkembangan teknologi dan teknik, efisiensi dan ekonomisme, peningkatan produksi tanpa henti, dan tabiat super-konsumeris yang terkandung dalam setiap tingkah lakumu; hanyalah punya satu tujuan tunggal yang menjadikanmu sama sekali bukan subjek, menjadikanmu alat untuk mencapai tujuan, menjadikanmu OBJEK. Dan sama sekali tidak bisa dianggap terhormat!

Manusia adalah mahluk-mahluk rendah dan nista, yang telah menggadaikan kemanusiaan dan kontrol atas dirinya, menjagal rasio dan logikanya, menyerahkan hidupnya pada lingkaran konsumerisme tanpa henti. Menyumbangkan hidupnya demi keberlangsungan mesin besar penghasil profit bagi pemilik alat produksi, dengan bangga dan angkuh menganggap hidupnya begitu nikmat dan suci, menetapkan dirinya menjadi benda mati sebentuk daging berupa manusia, OBJEK dari sebuah sistem.


http://camarmerah.singcat.com/cgi-bi...view&pos=10562

Tidak ada komentar:

Posting Komentar